Apa yang kita rasakan jika suatu hari kota kita gelap gulita,
tanpa cahaya yang menerangi?
tanpa hiburan dari berbagai media?
Mungkin suara jangkrik menjadi lantunan yang paling indah saat itu terjadi.
Beberapa bulan lalu, sempat terjadi pemadaman listrik yang disebabkan oleh rusaknya pembangkit tenaga listrik di wilayah Sumatera Selatan. Peristiwa ini berdampak pada dunia pendidikan dan perekonomian warga yang merasakan imbasnya. Beberapa sekolah yang tengah melaksanakan ujian kenaikan kelas menggunakan gadget/HP mengalami kendala berupa baterai gadget yang lemah serta jaringan internet yang melemah. Sehingga harus menunda kegiatan ujian secara online. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat siswa untuk tetap mengikuti ujian dengan cara menggunakan lembar jawaban dan pengerjaan soal esai yang di sampaikan oleh pengawas ujian di kelas masing-masing. Susulan untuk soal yang dikerjakan secara online dilakukan setelah listrik di lokasi tempat tinggal mereka menyala kembali.
Tidak hanya itu beberapa usaha kuliner juga menerima dampaknya, terutama pendapatan mereka yang mengalami penurunan. Salah satu pedagang bubur yang saya temui berkata, "Bu, tolong jangan bayar dengan uang besar (besar nominalnya) karena semalam kami ga dapat uang yang cukup seperti biasanya. Jadi ga bisa kasih kembalian". Tetapi di lain pihak, ada juga pedagang kecil maupun skala menengah yang meraup keuntungan lumayan karena melonjaknya permintaan lilin sebagai alternatif penerangan, Warga berbondong-bondong membeli lilin sehingga pedagang mengeluarkan stok cadangan untuk mengikuti permintaan pelanggannya.
Selain itu peristiwa pemadaman listrik ini juga mempengaruhi beberapa sektor usaha non rumah tangga, seperti usaha percetakan yang kini sangat mengandalkan keberadaan tenaga listrik. Mereka terpaksa menunda permintaan pelanggan yang ingin membuat undangan, banner, pamflet, dan lainnya yang kini tengah mengalami lonjakkan selama masa persiapan kampanye. Kita berharap hal ini tidak terjadi lagi. karena sangat mempengaruhi kinerja serta perkembangan di berbagai bidang industri di provinsi Sumatera Selatan.
No comments:
Post a Comment